DOA

Hendaknya doa yang dipanjatkan jangan yang masuk akal.

Ust Edi Abu Marwa

Edi Abu MarwaPoint-point Kajian di sebuah pertemuan Jamaah Haji DT 2010

12 Feb 2017

1. Doa masuk masjid terutama saat masuk Masjidil Haram sangat makbul (100rb kali lebih utama dibanding masjid lainnya).
“Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu (aku masuk masjid ini) dengan nama Allah …..”
Manfaatkan momen masuk masjid dengan baik.

2. Doa di dalam sholat lebih baik dibanding diluar sholat. Nikmati dan manfaatkan waktu sholat jangan sekedar melakukannya sebagai kewajiban.
Al Baqarah 45: Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,

3. Apabila punya hajat/urusan, bawa ke masjid, sampaikan ketika sholat.
Terutama saat:
-Berdiri saat sholat (saat Al Fatihah, Allah menunggu hambanya menyampaikan doa). Satukan hati dan fikiran sampaikan doa yang diminta.
-Ruku
-Sujud
-Sebelum salam
Hendaknya doa yang dipanjatkan jangan yang masuk akal. Kisah Nabi Zakaria, Ali Imron 38: Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”.

4. Buat daftar doa dan alasan “akhirat” dibalik doa yang disampaikan.
Misal doa ingin ganti mobil untuk membuat orang tua nyaman dan bahagia.

Sesungguhnya kalau kami (Allah dan hambanya) berkehendak maka bisa terjadi.
Atau pengen punya rumah lagi untuk memuliakan anak yatim, dsb.

Ada doa yang harus diucapkan dan ada yang tidak perlu diucapkan (airmata, sujud juga merupakan doa).

5. Tempat istimewa untuk berdoa: Baitullah, Mekkah, Madinah dan mushala
Nabi Zakaria berdoa di musholla/mihrob di rumahnya.
Tempat sholat atau berdoa paling utama: mushala. Definisi mushalla yaitu satu tempat di masjid di belakangan mihrob atau tempat imam.

Pengkondisian terkabulnya doa:
-Perbuatannya yang istimewa
-Menyengaja masuk ke masjid
-Langkahkan kaki kanan
-Layangkan doa

6. Kegagalan doa karena:
-Tidak disampaikan dengan jelas
-Tidak serius
-Tidak terus menerus
-Isti’ja (tergesa-gesa), inginnya cepat terkabul bila tidak, merasa frustasi atau patah hati dan berhenti berdoa.

Semua doa akan dikabulkan selama:
-Bukan doa yang mengandung dosa
-Tidak memutus silaturrahim
-Tidak tergesa2 (isti’ja)

Komitmen Allah terhadap hambanya yang berdoa:
Sesungguhnya Allah Maha Pemalu dan Maha Murah hati. Allah malu bila ada hambaNya yang menengadahkan tangan (memohon kepada-Nya) lalu dibiarkannya kosong dan kecewa. (HR. Al Hakim)

7. Perjalanan Baitullah bukan sekedar perjalanan fisik tapi perjalanan iman yang penuh dengan kerinduan bertemu dengan Rabbnya. Tak heran kita ingin selalu berkali2 mengunjungi Baitullah.

One Response to "DOA"

  1. RIZA LIANA   June 26, 2018 at 12:25 pm

    Mengapa do’a yang kita panjatkan hendaknya jangan yang masuk akal?

Leave a Reply

Your email address will not be published.