Sejarah Masjid Niaga Rahmat

Sekilas Masjid Niaga Rahmat

gedungAktifitas bekerja orang orang perkantoran langsung berputar dengan cepat mewarnai  gedung Graha Niaga, yang mulai resmi beroperasi sejak bulan Juni 1993. Aroma parfum para pekerja wanginya menyengat menghambur dari balik lipatan dasi dan baju baju licin, menyatu dengan ketukan sepatu mengkilat yang berdentam dentam berlalu lalang di setiap sudut di gedung berlantai 28 itu. Roda dunia gemeretak sangat dinamis dan energik berpacu kencang dari detik ke detik berjalan selama setahun, sampai pada suatu titik, para pekerja perkantoran itu mulai merasakan perlunya peredam dan peneduh untuk mengimbangi gerak putaran duniawi yang sangat dominan itu. Ya, rindu itu menyembul dari balik hiruk pikuknya irama kerja, para pekerja menginginkan tempat khusus untuk memarkir jiwanya, kepingin ada tempat untuk memanjatkan do’a, bersujud dan beribadah Jum’at. Mushola kerucut yang disediakan untuk beribadah tidak akan mungkin digunakan untuk penyelenggaraan sholat masal yang melibatkan ratusan jamaah.

Bank Niaga (sekarang menjadi bank CIMB Niaga) sebagai salah satu tenan terbesar di Graha Niaga menangkap kegelisahan itu. Bank Niaga berinisiatif menjadi motor dengan melontarkan ide  pengadaan mushola yang memadai, yang bisa digunakan untuk sholat Jum’at, yang bisa menampung para pekerja sebagai jamaahnya. Mushola diusulkan untuk    dikelola oleh managemen gedung, PT Grahaniaga Tatautama (PT GNTU). Gayung bersambut, segeralah dicari tempat yang memungkinkan untuk mewujudkan keinginan mulia itu. Alhamdulillah, akhirnya ditemukan dan dipilihlah tempat parkir lantai 5 (P-5) untuk direnovasi menjadi tempat ibadah utama di lingkungan gedung Graha Niaga. Pemaksaan design untuk memenuhi ketentuan sebuah tempat yang layak untuk sholat Jum’at harus dilakukan. Penyesuaian arah kiblat yang akurat berimbas pada baris shof yang tidak menyiku dinding samping bangunan, disamping itu mempersiapkan sarana dan prasarana lainnya dilakukan oleh PT GNTU. Subhanallah, ”man jadda wajada” dengan kesungguhan PT Bank Niaga dan PT GNTU akhirnya terwujudlah sebuah mushola yang cantik. Meskipun aksesnya harus melalui putaran putaran tangga menuju tempat parkir yang cukup tajam menegak. Meskipun untuk mencapainya harus meliuk liuk diantara parkiran mobil. Meskipun langit langit mushola berlalu lalang pipa pipa kaku dengan saluran AC yang seperti batang tubuh naga raksasa yang dingin membeku. Bismillah, mulai bulan September 1994 bangunan hasil renovasi itu sudah bisa digunakan untuk penyelenggaraan sholat Jum’at. Jamaahnya adalah jamaah penghuni gedung dan tentu para calon penghuni surga ,serta warga sekitarnya. Semenjak itu mushola Niaga Rahmat mulai akrab di telinga, dan mulai menempel di hati para jama’ah di tahun tahun berikutnya.
Rencana semula mushola Niaga Rahmat hanya untuk menyelenggarakan sholat Jum’at dan sholat wajib berjamaah, tetapi perlahan lahan  kebutuhan jiwa jamaahnya menuntut lebih, keinginannya bertumbuh untuk mengadakan kegiatan kegiatan yang lebih bisa memakmurkan rumah Allah, meramaikan mushola, dan mulailah dilakukan pengajian dan peringatan Hari Hari Besar Islam disana.

ceramahBerangkat dari tahun 2000, dengan modal awal berasal dari sumbangan beberapa dermawan yang bersedia menjadi donatur dan patungan beberapa jamaah yang memiliki semangat untuk berdakwah, dimulailah penyelenggaraan pengajian untuk karyawan setiap hari Rabu ba’da sholat dzuhur. Alhamdulillah Kajian Rabu siang ini akhirnya menjadi ’Trade Mark’ Niaga Rahmat. Menjadi salah satu kegiatan utama dan  penarik karyawan di lingkungan Graha Niaga yang menginginkan pohon rindang tempat berteduh sejenak Di sela sela irama kerja yang seringkali menyengat dan membakar ubun ubunnya, Kajian Rabu siang menjadi oase di gurun beton yang menjulang. Menjadi tempat untuk mereguk syukur di sela sela limpahan karunia yang disiramkan Allah kepada karyawan di gedung Graha Niaga, yang memiliki harta tetapi juga memiliki hati. Mereka mengetahui bahwa di lingkungan gedung Graha Niaga selain banyak tempat santap siang yang mewah, ada juga tersedia tempat untuk bersantap ruhani, yaitu rumah Allah, Niaga Rahmat. Meskipun pada kenyataannya tidak kalah banyaknya juga, yang sekedar tau tetapi tidak pernah mau tau….hik, curhatnya pengurus masjid.

jokokecilRamadhanpun semakin bercahaya di Niaga Rahmat, karena setiap bulan suci itu datang selalu diselenggarakan kajian Ramadhan setiap hari dengan menghadirkan para ustadz ternama. Di Niaga Rahmat juga disediakan buka puasa untuk karyawan setiap hari kerja, dilaksanakan I’tikaf, muhasabah, Qiyamul lail di salah satu hari hari akhir Ramadhan. Hari hari besar Islampun tetap dikenang dan diperingati di Niaga Rahmat, demi syiar Islam. Meskipun dituding tuding sebagai bid’ah oleh saudara saudara kita yang tidak setuju.  Dengan mengusung semangat Niaga Rahmat menghargai perbedaan, Niaga Rahmat memfasilitasi muslim yang mau belajar, Niaga Rahmat tidak hanya untuk saudara saudara kita yang bercelana congklang, tetapi saudara kita yang klimis tanpa jenggotpun berhak mengakses Niaga Rahmat.

Atas izin Allah, di Niaga Rahmat kegiatan ibadah dan syiar Islam semakin ramai dan membesar, kelengkapan sarana dan prasarana  semenjak tahun 2008 semakin lengkap,  sehingga atas kesepakatan pengurus status Musholla Niaga Rahmat naik kelas menjadi Masjid Niaga Rahmat.

rame2kecilAlhamdulillah, setelah hampir 10 tahun tertatih tatih berjalan, aktivitas Masjid Niaga Rahmat, mulai hari Senin hingga Jum’at  setiap ba’da Dzuhur selalu diramaikan dengan berbagai kegiatan belajar dan kegiatan keagamaan dengan jama’ah yang sedikit demi sedikit bertambah semakin memenuhi ruang utama masjid.

Leave a Reply

Your email address will not be published.